Perbedaan Signifikan Antara Rangka Beton Bertulang Dan Rangka Baja

Bangunan memiliki beberapa fitur yang tidak bisa diabaikan. Seperti memiliki hunian yang kuat dan kokoh dengan menggunakan material baja dan beton. Keduanya adalah material konstruksi yang umum digunakan pada pembangunan. Sebagai bahan baku yang memiliki kekuatan, apapun yang menggunakan rangka baja atau rangka beton, bisa dipastikan akan sangat kokoh. Penggunaannya juga tidak terbatas untuk rumah saja, bisa untuk jalan, pabrik dan rumah sakit. Membandingkan keduanya bagaikan perbandingan langit dan bumi.

Perbedaan Antara Rangka Beton Bertulang dan Baja

Sekarang ditinjau dari berbagai segi baja dan beton sangat lazim digunakan pada bangunan. Terutama pada bagian atap, rangka baja mampu memberikan kekuatan pada bagian atap sementara rangka beton digunakan juga pada bagian atau untuk bentuk yang lantai biasa sebentuk kotak. Gaya bangunan ini sangat kental untuk desain minimalis yang sesuai dengan realita. Ada persamaan di antara keduanya dan juga ada perbedaannya. Berikut adalah hal beda yang ada di antara keduanya yang cukup signifikan pada sebuah bangunan rumah yang sederhana.

1. Bentuk.

Kalau pembentukan rangka beton bertulang dibuat dengan susunan kawat baja yang bersinggungan seperti tulang. Kemudian dituangkanlah campuran beton pada rangkanya untuk mengeras dan kokoh. Sedangkan kalau susunan rangka baja yang terbentuk di atap mengikuti bentuk atap yang biasanya serbentuk segitiga atau mengerucut mengikuti aliran air.

2. Tingkat Kepadatan

Sebagai pemadat bisa digunakan vibrator beton untuk memastikan campuran beton yang ditaruh pada rangka bertulang mengendap dengan baik. Sementara baja disusun secara renggang dan diletakan lapisan atap seperti seng atau bahan lainnya sebagai material handal untuk menopang material penghalang panas dan dingin.

3. Kekuatan

Walau sama-sama memiliki kekuatan untuk menopang bangunan, rangka baja dan beton memiliki kekuatannya masing-masing. Sudah menjadi rahasia umum bahwa beton punya daya tekan tinggi terutama karena adanya rangkanya. Ditambah lagi lapisan beton yang padat berkat vibrator beton. Karena berada di atas dan rentan memuai serta lemah pada gaya tarik, dibuat rangkanya yang bertulang. Baja berkarakteristik kebalikan dari beton, daya tariknya kuat dan mampu mengikat berbagai material yang digunakan sebagai pelapis atap, Namun lemah atas tekanan.

4. Kemungkinan Kerusakan

Material bukan tidak mungkin pada masanya akan mengalami kerusakan. Kalau konstruksi betonnya sendiri bisa mengalami keretakan yang bisa membuat rembesan air. Kalau baja kerusakan yang mungkin terjadi adalah komponen baja yang berkarat karena berada di alam terbuka cukup lama. Kesalahan dalam pembangunan bisa disebabkan karena adanya tekanan yang berlebihan disebabkan ada yang menekan lapisan beton, sedangkan kerusakan baja lebih dikarenakan perubahan cuaca seperti curah hujan yang deras dan angin kencang.

5. Pengerjaan

Proses pembangunan diusahakan cepat selesai dan tanpa kesalahan. Tentu pembuatan rangka baja pada atap jadinya lebih cepat dibandingkan pembuatan rangka beton bertulang. Selain ada proses dua kali yang harus dilakukan pada beton, yakni pembuatan rangka dan pelapisan beton, proses memadatkan dengan vibrator beton, lalu pengerasannya adalah sebuah proses yang lama dan panjang. Rangka baja cukup meletakan baja dan menutupnya. Sangat praktis.

Demikianlah beberapa penjabaran perbedaan signifikan antara beton dan baja. Kedunya walau ada perbedaan juga ada persamaannya. Sama-sama bagian bangunan yang kuat, baik rangka baja ataupun beton bukan tambahan bangun konstruksi yang terjangkau. Harga penerapan keduanya cukup mahal namun hasil akhirnya tidak terbantahkan.