Penggunaan bar cutter dan bar bender dalam pekerjaan konstruksi bangunan merupakan dua alat yang saling melengkapi. Keduanya dipakai dalam proses pembuatan rangka beton. Karena memang istilah bar pada nama alat ini mengacu pada batangan baja tulangan.

Bar Bender dan Bar Cutter untuk buat beton bertulang

Fungsinya masing – masing adalah, bar cutter untuk memotong sedangkan bar bender untuk menekuk. Jadi ketika pekerja proyek mulai mengerjakan rangka beton, pertama kali mereka akan memotong – motong baja sesuai keperluan. Baru setelah itu mereka membentuk rangka dengan cara membengkokannya mengikuti pola yang sudah ditentukan pada gambar rancangan struktur beton.

Jika anda sudah pernah terlibat langsung di lapangan projek konstruksi mungkin paham bagaimana kedua alat tersebut bisa begitu berguna.

Nah, bagi anda yang belum tahu. Berikut ini saya akan coba memberi gambaran sederhana seperti apa penggunaan keduanya.

Penggunaaan Bar Cutter

Dalam penggunaannya sebagai pemotong baja, alat ini hadir dengan beberapa pilihan spesikasi berbeda. Oleh karena itu kita akan menemukan produk dengan kapasitas – kapasitas tersendiri yang hanya bisa dipakai memotong baja berdiameter tertentu. Kapasitasnya ini umumnya tidak hanya untuk satu ukuran saja, tetapi ada batas terkecil dan batas terbesar.

Jadi saat akan menangani pekerjaan pembuatan rangka beton harus diketahui dulu diameter batangan baja yang akan diaplikasikan. Dengan demikian kita bisa menyiapkan bar cutter dengan spesifikasi memadai.

Penggunaaan Bar Cutter

Kemudian untuk pengoperasian alat ini sendiri tergantung dari jenisnya, yakni manual dan elektrik. Jika manual maka tenaga manusia dibutuhkan supaya alat bekerja dan baja pun terpotong. Sedangkan bila yang dipakai adalah jenis elektrik berarti kita hanya perlu memberikan suplai tenaga listrik supaya alat tersebut bisa beroperasi.

Pada prinsipnya penggunaan kedua jenis bar cutter sama saja.

Pertama kita harus mensetting panjang potongan serta mengatur bukaan di bagian pisau menyesuaikan ukuran diameter baja. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan batangan baja ke bagian tersebut.

Perlu dicatat untuk memotong baja berdiameter kecil dapat dilakukan sekaligus beberapa batangan dalam sekali pengoperasian. Namun jika diameternya tergolong besar lebih aman dilakukan satu per satu.

Tahap terakhir adalah menekan tuas kendali untuk memulai proses pemotongan.

Baca juga: “Fungsi dan Kapasitas Vibro Roller di Bidang Konstruksi

Penggunaan Bar Bender

Bar bender memungkinkan kita untuk membengkokan besi tanpa harus mengerahkan besaran tenaga yang berarti. Lebih praktis daripada hanya mengandalkan kunci baja tulangan dan patokan tekuk sederhana seperti di bawah ini.

kunci baja tulangan dan patokan tekuk sederhana

Sama halnya dengan alat pemotong, kapasitas alat penekuk ini juga bervariasi sesuai jangkauan ukuran diameter besi yang diusung. Jadi dari kapasitas tersebut kita dapat mengaturnya sesuai kebutuhan.

Batangan baja yang sebelumnya telah dipotong bisa mulai kita bengkokan menggunakan alat ini dengan memperhatikan pola pada rancangan rangka.

Pada proses pembetonan pola tekukan pun cukup beragam. Untuk satu potongan besi ada yang dibuat menjadi ring (dengan bentuk tertentu contoh, persegi, persegi panjang, trapezium, dan sebagainya), pola U, pola L, dan lain – lain.

Penggunaan Bar Bender

Bar bender bekerja dengan mengandalkan 2 poros utama yakni poros tekan dan poros tekuk serta sebuah roda untuk membekokan. Pembengkokan kita awali dengan memasukan batangan baja melalui poros tekan hingga masuk ke bagian poros tekuk. Disini kita pun dapat mengatur besaran sudut tekuk.

Setelah posisi baja sudah tepat kita perlu menguncinya lebih dulu. Baru setelah terkunci kita bisa menekan poros tekan yang membuat roda berputar sehingga batangan besi pun tertarik ke dalam dan berhasil ditekuk.