Beton merupakan bagian konstruksi yang meliputi hampir setiap area pada sebuah bangunan. Diantara bagian tersebut antara lain adalah kolom, dak, pilar, dan sebagainya.

Pembuatan beton dimulai dengan membuat adukan beton, lalu kemudian dituangkan ke bekisting yang dikehendaki, kemudian masuk pada proses pemadatan, terakhir menunggu waktu hingga beton segar mongering dan menjadi keras.

menguak-penggunaan-vibrator-beton-internal-dan-eksternal-pada-pemadatan-beton

Nah, sesuai dengan judul pada artikel ini, sekarang kita akan membahas proses pemadatan. Lebih spesifik lagi yang kita bicarakan ialah penggunaan vibrator internal dan external pada proses tersebut.

Alat penggetar yang fungsinya untuk memadatkan beton sekaligus mengeluarkan udara yang terjebak di dalam beton segar ini sangat berpengaruh terhadap segi kualitas.

Beton yang kokoh, diantaranya hanya bisa didapatkan jika pemadatan dikerjakan secara cermat. Dengan begitu agregat beton saling mengikat dengan sempurna dan tidak berongga. Karena itulah penggunaan vibrator beton menjadi faktor penentu.

Jadi pada intinya tujuan utama diaplikasikannya alat ini bukan semata – mata untuk mempercepat pekerjaan saja melainkan untuk memperoleh hasil terbaik.

Membahas tentang penggunaan mesin vibrator maka kita akan membagi uraian pada artikel ini menjadi 2, yakni:

  • Proses pemadatan internal.
  • Proses pemadatan ekternal.

Pasalnya pada dua metode pemadatan tersebut pengaplikasian mesin vibrator berbeda satu sama lain. Baik dari cara penggunaan maupun model vibratornya. Baiklah mari simak uraiannya di bawah ini.

Proses Pemadatan Beton Internal

Proses pemadatan internal adalah cara memadatkan beton dengan memberikan getaran dari dalam adukan beton yang telah dituangkan. Pemberian getaran tersebut tidak dilakukan ke satu penampang sekaligus. Akan tetapi titik demi titik supaya tidak mengganggu setting begisting yang telah ditentukan.

Ketika membangun gedung, perlu anda ketahui bahwa metode ini pasti selalu diterapkan pada pembuatan beton di bagian balok sloof, balok ring kolom, dak, atau pada pembetonan lainnya yang tidak memungkinkan memberikan getaran melalui formwork.

Metode pemadatan beton internal menjadi metode yang paling sering kita jumpai karena meski pada projek konstruksi berskala kecil sekali pun pasti tetap diterapkan.

pemadatan-beton-internal

Mengenal Mesin Vibrator Internal

Vibrator beton yang digunakan pada pada proses pemadatan beton internal ialah needle vibrator (vibrator jarum) atau immersion vibrator (vibrator celup).

Dua istilah untuk nama dari vibrator internal ini tentunya berasal dari wujud dan cara pengoperasiaannya dimana terdapat bagian needle untuk dicelupkan atau ditusukan ke dalam beton segar.

Adapun mesin ini secara keseluruhan terdiri dari tiga bagian berbeda, yaitu:

  • Power unit.

Power unit ialah bagian yang berfungsi sebagai penggerak. Sedangkan untuk sumber energinya tergantung dari jenis mesin yang dipakai.

power-unit

mesin-elektrikal

Secara umum jenis mesin ini ada dua, antara lain mesin elektrikal atau yang memanfaatkan engergi listrik dan mesin petrol atau mesin berbahan bakar minyak sebagai pasokan energinya.

  • Flexible shaft.

Selanjutnya bila diurutkan dari power unit maka yang menjadi bagian kedua pada vibrator beton internal adalah flexible shaft. Bagian ini bentuknya seperti sebuah selang yang dengan fleksibel bisa digerakan.

Jika anda sudah familiar dengan perkakas seperti grinder. Flexible shaft pada vibrator serupa dengan flexible shaft yang didapatkan sepaket dengan grinder untuk menyalurkan variable putarannya.

Bagian selanjutnya dari vibrator internal adalah needle. Needle biasanya juga disebut dengan head vibrator atau kepala vibrator. Pada bagian inilah getaran dihasilkan dan diberikan kepada beton segar.

  • Neddle.

Bagian selanjutnya dari vibrator internal adalah needle. Needle biasanya juga disebut dengan head vibrator atau kepala vibrator. Pada bagian inilah getaran dihasilkan dan diberikan kepada beton segar.

needle

Istilah needle atau yang dalam bahasa Indonesia berarti jarum dipilih karena bagian ini supaya dapat memberikan getaran perlu juga dimanfaatkan untuk menusuk beton yang telah dituangkan.

Menghasilkan getaran hingga 12.000 putaran vibrasi per menit alat ini mampu memberikan hasil beton dengan kepadatan sempurna. Bebas dari rongga serta permukaannya pun sangat rata.

Selanjutnya kami dari Sarana Mutu akan menjelaskan tentang bagaimana mesin vibrator internal digunakan.

Pertama – tama setelah beton segar dituangkan pada cetakan operator mesin terlebih dahulu menyalakan unit power.

Kemudian dengan memperhatikan aspek K3 meliputi atribut keamanan serta SOP yang benar operator memegang bagian tepi flexible shaf (berjarak dari bagian needle) lalu mengarahkannya ke titik dimana pemadatan akan dimulai.

Agar maksimal pemberian getaran di satu titik sebainya berdurasi 30 detik sampai dengan 120 detik. Pastikan kepala vibrator tidak mengenai begisting maupun besi tulangan.

Saat akan memasukan head vibrator maka lakukanlah dengan cepat supaya tidak keburu memadat di tengah akibat sudah adanya getaran.

Sedangkan untuk mencabutnya lakukan dengan perlahan agar tidak membekas.

Selesai di satu titik maka lanjutkan ke titik berikutnya. Ada yang menyarankan antara satu titik dan titik lainnya berjarak 60 cm. Dengan diberikannya getaran maka dengan sendirinya agregat beton yang punya berat tertentu akan merangsek ke bawah.

Proses Pemadatan Beton External

Kita masuk ke pokok bahasan kedua yang tak lain adalah soal proses pemadatan beton ekternal. Jelas tidak seperti pemadatan interal, pemadatan eksternal dikerjakan dengan memberikan getaran dari bagian luar beton.

Jadi pada proses ini tidak ada bagian mesin vibrator yang perlu dibenamkan ke dalam adukan.

Vibrator beton eksternal sendiri diaplikasikan dengan menempelkan mesin vibrator pada formwork atau cetakan. Dengan demikian metode ini paling sering kita temukan pada pebrikasi beton precast. Contohnya seperti pilar jalan layang, gorong – gorong, dan unit beton precast lainnya.

beton-external

Pada projek konstruksi gedung metode pemadatan ekternal juga biasa diterapkan ketika mencetak kolom beton dan membuat tembok full beton.

Mengenal Mesin Vibrator Eksternal

Mesin vibrator eksternal juga disebut dengan shutter vibrator.  Disebut demikian karena mesin ini saat digunakan akan menjadi semacam bagian dari formwork yang berfungsi untuk menutup setiap rongga di dalam adukan beton dengan memberikan getaran.

Karena harus ditempelkan pada formwork maka ada bebera alat pelengkap yang diperlukan. Dengan begitu barulah alat tersebut dapat dioperasikan secara aman.

Deskripsi tentang mesin vibrator beton eksternal dan sejumlah kelengkapannya adalah sebagai berikut:

  • Unit mesin vibrator eksternal.

Unit mesin vibrator eksternal lebih condong memakai tenaga listrik sebagai sumber energinya, sehingga alat ini bisa digunakan dengan menyediakan sebuah power suplay sejenis genset.

Pada jenis vibrator beton ini tidak terdapat bagian flexible shaft dan needle. Adapun getaran disalurkan langsung dari tubuh mesin itu sendiri. Wujudnya seperti gambar di bawah ini.

mesin-vibrator-eksternal

Kurang lebih boleh kita samakan dengan dynamo getar pada Handphone. Pada ujung poros putar dynamo tersebut ada semacam bandul pemberat dengan beban yang tidak menyeluruh. Nah, ketika berputar gelombang getaran pun bisa anda rasakan.

Kalau anda sudah pernah melihatnya maka pasti mudah untuk mengimajinasikan mesin ini ketika dioperasikan.

  • Breket.

Breket sebagai komponen pelengkap berguna untuk menempelkan mesin pada formwork. Terbuat dari bahan plat baja atau besi breket untuk vibrator ekternal telah dirancang sedemikian rupa sehingga bisa memegang mesin dengan kuat dan aman.

braket

 

  • Safety belt.

Safety belt merupakan sebuah tali yang dipakai untuk pengamanan. Jadi pengamanan ini sebetulnya dipasang untuk mengantisipasi bila pada saat dioperasikan mesin vibrator terlepas dari breket. Dengan begitu maka resiko jatuh atau terpental jauh bisa dihindari.

Untuk penggunaannya kami rasa sudah cukup jelas karena mesin vibrator eksternal yang disediakan dengan komponen pelengkapnya hanya perlu dipasangkan saja pada formwork.