Mengenal Pola Pengerjaan yang Wajib Diikuti Saat Memperhitungkan Rancangan Kerangka Beton

Mencoba menggunakan kerangka beton bertulang dalam mendirikan bangunan merupakan pilihan yang sangat tepat untuk dilakukan. Meski pilihan ini membuat Anda perlu menggunakan vibrator beton agar struktur rangkanya kuat dan tidak mudah bergeser. Namun setiap tukang bangunan dijamin sudah memahaminya, dan Anda tinggal terima beres saja.

Pola Perencanaan Kerangka Bangunan Beton Bertulang

Pada saat mendirikan bangunan dan menjadikan kerangka beton bertulang sebagai pilihan, meski tidak terjun langsung di lapangan. Setidaknya Anda musti paham sedikit saja mengenai material kerangka bangunan satu ini. Sehingga bisa menimbang apa untung dan ruginya dengan pilihan tersebut, serta bagaimana perawatannya agar tidak mudah rusak.

Pada saat membangun bangunan, baik rumah maupun gedung memang ideal sekali menggunakan kerangka beton bertulang. Pahami pola-polanya seperti apa dulu, berikut detail penjelasannya:

1. Memperhatikan bagian pondasi bangunan.

Dalam membangun sebuah kontruksi bangunan, maka penting untuk mengawalinya dengan pembuatan pondasi yang sesuai. Pondasi yang baik tidak hanya melibatkan kombinasi pasir dan semen maupun batu namun juga ditambahkan kerangka. Pastikan kerangkanya dalam ukuran dan jumlah yang cukup serta lebar pondasinya pas agar bangunan tidak mudah roboh.

2. Membuat balok beton.

Usai membuat pondasi, maka langkah selanjutnya adalah membuat balok beton yang akan menjadi tiang bagi keseluruhan bangunan. Penggunaan material beton menjadi pilihan terbaik karena kekuatannya terjamin, dan pastikan sudah dipasang dengan menggunakan vibrator beton. Alat satu ini membuat beton yang digunakan kuat secara maksimal.

Baca juga : Beberapa Macam dan Jenis Konstruksi yang Perlu Diketahui

3. Perhatikan konstruksi dinding.

Tahap selanjutnya adalah kontruksi dinding, bagian ini juga penting untuk diperhatikan proses pembuatannya sejak awal. Dinding di bagian luar yakni di sekeliling bangunan berfungsi memisahkan bagian luar dan dalam bangunan itu sendiri. Sementara dinding di bagian dalam memiliki fungsi kompleks, tak hanya menjadi sekat per ruang namun juga menjadi penyangga kerangka bangunan dan atap.

4. Pastikan tidak melupakan ventilasi.

Rumah atau gedung tidak akan bisa dihuni tanpa adanya ventilasi, maka tak hanya memperhatikan kekuatan kerangka dan pondasi. Namun juga memastikan bagian ventilasinya sudah bagus dan membuat bangunan sehat untuk ditempati. Ketika bangunan sudah jadi dan siap dihuni atau digunakan untuk beraktifitas. Maka ventilasi ini memastikan setiap ruang di dalam bangunan memberi rasa aman dan nyaman, karena pasokan udaranya  bagus.

5. Memperhatikan struktur atap.

Bagin penting lain dalam konstruksi bangunan adalah bagian atap, yang menjadi pelindung sekaligus memperindah bangunan itu sendiri. Konstruksi atap akan melibatkan beberapa komponen atau material, mulai dari kerangka sampai atap yang digunakan. Kerangka bisa memakai material baja ringan atau bahkan kayu dan bisa disesuaikan dengan keinginan maupun anggaran.

Sedangkan untuk bagian atap, sebaiknya disesuaikan pula dengan kebutuhan sebab pilihannya cukup banyak. Dimulai dari genteng tanah liat sampai genteng buatan pabrik seperti atap PVC maupun material lainnya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang tentu perlu diperhitungkan sejak awal agar tidak kecewa.

Kontruksi bangunan mulai dari pondasi sampai tiang dewasa ini memang kebanyakan memakai beton bertulang. Kerangka jenis ini dikenal punya banyak kelebihan mulai dari kekuatan yang terjamin sehingga awet dan kokoh. Selain itu perawatannya pun tidak ribet dan bahkan tidak memerlukan banyak biaya.

Kelebihan rangka beton membuatnya menjadi pilihan terbaik saat ini, agar hasilnya optimal gunakan jasa bangunan profesional. Sehingga pemasangan rangka beton tersebut sudah menggunakan vibrator beton terbaik untuk memastikan konstruksi betonnya kuat dan tahan lama.