Lantai beton sukses menggeser penggunaan lapisan semen biasa dan memberikan kekuatan pada lantai. Lalu bagaimana kalau ada keretakan pada lantai? bagaimana mengatasinya? Selain itu pemilihan materialnya juga harus berpadu pas jadi retakan bisa diatasi dengan baik dan tidak menyebabkan keretakan lagi. Salah satu pertimbangan menggunakan material tertentu adalah besarnya keretakan. Kerusakan beton memiliki volume tertentu yang bisa dijadikan barometer penggunaan material.

Material Injeksi Beton

Material Terbaik Paling Cocok Untuk Injeksi Beton

Lakukan injeksi beton ketika ada retakan pada lantai. Tenang, tidak perlu merrombak lantai dan mengulangnya dari awal. Cukup menggunakan material tertentu untuk mengisi retakan dan bisa mengisi rongga yang terbentuk. Namun sebelumnya pastikan dahulu material utuk digunakan adalah yang paling handal dan terbaik. Setidaknya ada tiga material yang umum dan paling populer digunakan untuk injeksi. Karena ketiganya paling sering dipakai dan telah terbukti berhasil menutupi keretakan beton dan membuatnya kembali mulus seperti sediakala. Material tersebut adalah.

1. Epoxy resin.

Material yang kuat memiliki elemen yang kurang lebih sama. Seperti floor hardener dan epoxy termasuk material yang unggul karena memberikan kekuatan pada lantai. Sebenarnya epoxy resin bukan material baru yang berkaitan dengan ketahanan. Lantai bangunan besar seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan pabrik menggunakan material ini pada lantainya.

Epoxy resin

Jadi, keretakan yang ditambal dengan epoxy resin akan dapat mengisi dengan kuat. Begitu juga struktur beton yang retak akan tertutup dan bahkan membuatnya semakin kuat. Bahan ini manjur untuk menambal beberapa titik keropos pada beton. Sehingga memberikan perawatan sebelum benar-benar retak. Tentu saja bentuknya yang cair memudahkan untuk melakukan injeksi beton pada lantai. Kebocoran dan rembesan air bisa dihindari dengan memperbaiki keretakan dengan material ini.

2. Semen.

Dalam dunia bangunan istilah yang dipakai adalah cementious grout. Secara harfiah grout adalah injeksi yang dilakukan. Semen grouting adalah cara praktis dan terjangkau untuk menutup keretakan pada lapisan beton. Terlepas dari manfatnya, waspadai kondisi lantai untuk di kemudian hari karena material semen bisa susut setelah tidak lama diinjeksi pada keretakan sehingga bisa terbentuk keretakan lagi. Namun bentuknya yang padat bisa cocok untuk mengisi keretakan yang lebih besar. Jadi semen bisa berlaku sebagai perekat yang kuat dan diaplikasikan dengan pas.

Baca juga: Perbedaan Signifikan Antara Rangka Beton Bertulang Dan Rangka Baja

3. Polyurethane.

Polyurethane

Injeksi Polyurethane Grouting adalah pilihan material lainnya untuk injeksi beton. Yang ampuh ditutup oleh material ini adalah kebocoran kecil berbentuk retakan atau cracks. Untuk mencegah retakan yang lebih besar, namun hanya dapat menutupi rongga dari 0-5 mm sampai 3 mm saja. Pengaplikasiannya cocok untuk jembatan, terowongan, silo, dermaga, basement, kolam renang dan masih banyak lagi. Liquid polyurethane grouting bersifat solvent foam yang dapat mengisi retakan atau struktur yang rembes. Lapisan yang berbusa cocok untuk retakan kecil yang berbentu rambut atau segaris.

Berbagai material injeksi beton di atas dapat dibuat dengan tingkat keenceran tertentu dan mencapai kekuatan tinggi. Setelah injeksi dilakukan dan mengering maka bagian retak akan menyambung serta membuat ikatan yang handal dan kuat. Pengerjaan injeksi beton dilakukan oleh tenaga profesional untuk memastikan hasil akhir yang memuaskan. Pemilihan material yang tepat dengan bentuk keretakan dapat mengatasi bagian lantai beton yang bermasalah dengan baik. Ketiga material tersebut di atas memiliki sifat lengket dan kuat untuk buat sambungan beton yang jadi lebih baik dan menghentikan kebocoran air atau material sejenis.